Eksistensi Penciptaan Kriya Perak Murni dan Sakral di Gianyar Bali

Main Article Content

I Wayan Suardana
I Made Sumantra

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui secara mendalam eksistensi penciptaan kriya perak murni dan sakral saat ini serta perhatian masyarakat pada karya tersebut. Hasil penelitian ini juga akan sangat bermanfaat bagi kriyawan, pengusaha, akademis, dan pemerintah sebagai bahan imformasi tentang tumbuh kembangnya penciptaan karya perak dalam situasi pariwisata yang tidak menentu. Terpuruknya pariwisata Bali, berdampak pada menurunnya produksi kerajinan perak di Gianyar, terutama pada produk untuk kebutuhan pariwisata.  Beberapa wilayah yang dahulu menjadi pusat kerajinan perak seperti di Desa Celuk, Desa Singapadu, dan Desa Taro, sekarang sudah tidak produktif lagi, karena sudah jarang mendapat pesanan.  Dalam situasi sepi, beberapa kriyawan yang kreatif dan memiliki ketrampilan tinggi mulai mengalihkan produksi karyanya dengan menciptakan beberapa karya seni murni dan seni sakral  sebagai barang koleksi maupun hiasan Sesuhunan seperti: Barong , Rangda, dan Topeng yang disucikan dan disakralkan oleh masyarakat Bali. Orientasi penciptaan karya perak akhirnya mengarah pada karya yang bermutu dan memiliki nilai estetika tinggi. Sebuah fenomena yang sangat menarik untuk dikaji secara holistik, bagaimana eksistensi penciptaan karya perak murni dan  sakral di Gianyar saat ini?, karya perak apa saja yang diciptakan kriyawan saat ini yang memiliki   nilai seni murni dan seni sakral?. Metode yang digunakan adalah metode klualitatif diskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Karya tulis ini juga sangat tepat dilaksanakan untuk  mengkaji secara mendalam perkembangan karya perak seni murni dan seni sakral. Sebuah pergulatan yang sangat besar antara modal budaya dan modal ekonomi dalam usaha mencari kekuasaan dan pelestarian karya perak sebagai karya seni adiluhung. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada ilmu pengetahuan terutama yang berkaitan dengan seni dan kerajinan secara umum.


Article Details

How to Cite
Suardana, I. W. ., & Sumantra, I. M. (2022). Eksistensi Penciptaan Kriya Perak Murni dan Sakral di Gianyar Bali. Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni, 10(2), 106–114. https://doi.org/10.31091/sw.v10i2.2154
Section
Articles

References

Ardika, I Wayan, dkk, (2013), Sejarah Bali Dari Prasejarah Hingga Modern, Udayana University Press, Denpasar.

Diyah Sri Widari, D. A. . ., & Prasiasa, D. P. O. . (2022). Local Aesthetic Values and Local Economic Values in the Management of Tourism Destinations in North Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 37(1), 60–68. https://doi.org/10.31091/mudra.v37i1.1883

Gunada, I Wayan Agus, dkk, (2021), Konsepsi Agama dan Seni Rupa Dalam Kurub Kajang Tutuan (Kajian Estetika Hindu) MUDRA Jurnal Seni dan Budaya, Vol. 36, No. 2.

Haryono, Timbul,(2008), Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Dalam Perspektif Arkeologi Seni, ISI Press Solo, Surakarta.

Karuni, Ni Kadek, (2013), Penerapan Ornamen Baru Pada Seni Ukir Bangunan di Gianyar, MUDRA Jurnal Seni dan Budaya, Volume 28 NO 2.

Karuni, N. K., & Suardana, I. W. (2018). Wacana Ajeg Bali Pada Seni Kerajinan Sarana Upacara Di Gianyar Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 33(1), 26–34. https://doi.org/10.31091/mudra.v33i1.321

Kurniawan, I Kadek Benny, dkk, (2018), Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatanUKM Perak di Desa Celuk Kabupaten Gianyar, E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Unud.

Lodra, I Nyoman, (2011), Pengusaha Perak dan Tantangan Hak Kekataan Intelektual Bidang Hak Cipta di Desa Celuk Sukawati Gianyar, (Disertasi), Universitas Udayana.

Moleong, Lexy, J, (2013), Metodologi Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Suardana, I. W., Karuni, N. K., & Buda, I. K. (2015). Terpuruknya Seni Kerajinan Di Kabupaten Gianyar Bali Pada Pasar Global. Segara Widya Jurnal Penelitian Seni, 3. https://doi.org/10.31091/sw.v3i0.216

Takdir, M., & Hosnan, M. (2021). Revitalisasi Kesenian Batik sebagai Destinasi Wisata Berbasis Budaya dan Agama: Peran Generasi Muda dalam Mempromosikan Kesenian Batik di Pamekasan Madura. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 366–374. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1284

Tim Peneliti, (2016), Wastra di Kabupaten Gianyar Bali Sebagai Representasi Pusaka Budaya Yang Religius Mistik, Pemerintar Daerah Kabupaten Gianyar berkerjasama dengan IHDN Denpasar.

Triguna, Ida Bagus Gde Yudha, (2011), Mengapa Bali Unik, Pustaka Jurnal Keluarga, Jakarta.

Yudabakti, I Made, dkk, (2007), Filsafat Seni Sakral Bali Dalam Kebudayaan Bali, Paramita, Surabaya.

Most read articles by the same author(s)