Pengembangan VCD/DVD Dalam Pembelajaran Seni Budaya Tari Jaran Teji Pada Siswa SMA Negeri 8 Denpasar

  • Ni Wayan Iriani Program Studi Sendratasik Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Ni Wayan Mudiasih Program Studi Sendratasik Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar
Keywords: tari Jaran Teji, pembelajaran, kreativitas

Abstract

Tari Jaran Teji adalah tari yang memadukan gerak tari laki dan perempuan yang menggambarkan penyamaran Dewi Sekar Taji dengan putri pendamping ketika mengembara mencari kekasihnya Raden Inu Kerta Pati yang menghilang dari Istananya. Dewi Sekar Taji bersama pendampingnya menyamar menjadi penunggang kuda yang gagah perkasa dan tak ada yang dapat mengenalinya dengan berpakaian laki-laki. Tari Jaran Teji bercirikan gerak yang menirukan binatang kuda. Penciptanya I Wayan Dibia tahun 1985, ia membuat tarian ini terinspirasi dari tari Sanghyang Jaran yang sakral. Gerak-gerak Sanghyang Jaran kemudian dipadukan dengan gerak-gerak tari klasik Bali dan Jawa. Struktur pertunjukan tari kreasi baru Jaran Teji ini dimulai dari Pengawit, Pengawak, Pengecet, dan Pekaad. Proses belajar mengajar di studio perlu dikombinasikan dengan pengembangan pembelajaran pada Mata Pelajaran Seni Budaya pada klas 7 IPS Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Denpasar, dengan metode ceramah dan dilanjutkan demontrasi gerak. Ssiswa mengikuti contoh ragam gerak yang sudah dirancang dan direkam melalui VCD disesuaikan dengan Struktur tarinya. Tari kreasi baru jaran Teji dalam penampilannya berpolakan tradisi dan dikembangkan dengan ekspresi yang dimiliki oleh setiap individu berdasarkan karakter tarian tersebut, dipadukan unsur-unsur tenaga, ruang dan waktu.Jaran Teji dance is a dance that combines dance depicting male and female impersonation daughter Dewi Sekar Taji with a companion when Raden Inu wander looking for his girlfriend who disappeared from Kerta Pati palace. Dewi Sekar Taji together companion posing as a valiant horseman and nobody could recognize them dressed men. Jaran Teji dance that mimicked the movement of animals is characterized by a horse. I Wayan Dibia creator in 1985, he made this dance inspired Sanghyang Jaran sacred dance. Sanghyang Jaran motions then combined with classical dance movements of Bali and Java. The structure of the new creation dance performances Jaran Teji starts from pengawit, pengawak, pengecet, and pekaad. Teaching and learning process in the studio need to be combined with the development of learning at the Arts and Culture Subjects in class 7 IPS Senior High School 8 Denpasar, with a lecture and demonstration followed the motion. Students follow the example of range of motion that has been designed and recorded through the VCD adapted to the structure of the dance. The new dance creations distance Teji in appearance patterned tradition and developed with an expression which is owned by each individual based on the character of the dance, combined elements of power, space and time.

References

Arikunto, Suharsini. 2002, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V, Jakarta PT. Asdi Mahasatya

Dibia, I Wayan. 2012, Ilen-Ilen Seni Pertunjukan Bali Denpasar: Bali Mangsi Yayasan Wayan Geria.

Endraswara, Suwardi, 2003. Metodelogi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Hadi, Sumandiyo, 1983. Mencipta Lewat Tari (terjemahan dari Creating Thraught Dance Oleh Alma M. Hawkins). Yogyakarta Institut Seni Indonesia. Yogyakarta.

Sudikan, Yuwana Setya, 2001. Metode Penelitian Kebudayaan. Surabaya ; Citra Wacana

Published
2015-10-30
How to Cite
Iriani, N. W., & Mudiasih, N. W. (2015). Pengembangan VCD/DVD Dalam Pembelajaran Seni Budaya Tari Jaran Teji Pada Siswa SMA Negeri 8 Denpasar. Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Institut Seni Indonesia Denpasar, 3. Retrieved from https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/segarawidya/article/view/200
Section
Articles