Pembelajaran Mesatua Bali I Lutung Dadi Pecalang Di Desa Pejeng Kawan Pada Masa COVID-19

Authors

  • Ni Made Haryati Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar
  • Gusti Ayu Ary Purnami Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.31091/sw.v8i2.1189

Keywords:

mesatua, lutung, pecalang

Abstract

Mesatua Bali perlu ditanamkan pada anak dini sejak awal mengingat nilai moral yang terkandung dalam satua Bali sangat baik dalam pembentukan karakter anak serta dapat menanamkan rasa penghargaan anak terhadap budaya dan kebiasaan setempat mengingat keberadaan satua Bali agar tidak punah. Mesatua yang artinya medongeng atau bercerita, hingga saat ini mesatua telah diupayakan masuk dalam materi lomba, seperti Pesta Kesenian Bali, Bulan Bahasa Bali, lomba tingkat Desa, Kecamatan, dan Kabupaten, oleh karena itu mesatua penting ditanamkan sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil karya sastra Bali. salah satu cerita atau satua yang digunakan yaitu I Lutung Dadi Pecalang yang menceritakan tokoh lutung atau kera yang berperan sebagai pecalang atau disebut juga sebagai satpam. Penerapan pembelajaran ini dilakukan di Desa Pejeng Kawan pada pelaksanaan KKN ISI Denpasar pada masa COVID-19.

Downloads

Published

2020-11-11

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pembelajaran Mesatua Bali I Lutung Dadi Pecalang Di Desa Pejeng Kawan Pada Masa COVID-19. (2020). Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni, 8(2), 120-126. https://doi.org/10.31091/sw.v8i2.1189

Most read articles by the same author(s)