Pembelajaran Tari Bapang Saba Pada Masa Pandemi Covid-19 Melalui Kegiatan KKN ISI Denpasar di Desa Saba,Blahbatuh, Gianyar

  • I Gede Mawan Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Gusti Ayu Ary Ratna Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Keywords: Pembelajaran, Tari Bapang Saba, Masa Pandemi

Abstract

Pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia memberikan dampak yang luar biasa terhadap kehidupan masyarakat tak terkecuali di Bali. Kegiatan ekonomi, sosial, pemerintahan, bahkan dunia pendidikan pun menjadi terhambat dan lumpuh karenanya. Dalam sektor pendidikan, kegiatan perkuliahan yang biasanya dilakukan secara tatap muka mau tidak mau harus disiasati dengan berbagai cara. Salah satu yang bisa dilaksanakan adalah dengan sistem daring (dalam jaringan), baik melalui video confren, google class room, washap grup, zoom meeting, dan lain sebagainya. Walaupun dalam masa pandemi perkuliahan harus tetap dilaksanakan, termasuk Kuliah Kerja Nyata. Namun pelaksanaannya harus mengacu pada aturan yang berlaku termasuk pemberlakuan protokol kesehatan yang sangat ketat. Pembagian kelompok Kuliah Kerja Nyata ini disesuaikan dengan daerah asal atau daerah tempat tinggal mahsiswa. Tujuannya untuk menghindari mobilisasi massa yang terlalu banyak juga untuk bisa memutus rantai penyebaran covid-19. Walaupun pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ini bimbingannya dilaksanakan secara daring, namun pelaksanaannya bisa dianggap sukses walaupun tidak sempurna sekali. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata dalam masa pandemi ini  dilaksanakan selama satu bulan penuh mulai dari tanggal 1Agustus sampai dengan tanggan 31 Agustus 2020. Salah satu program kegiatan yang berhasil ditelorkan oleh mahasiswa peserta KKN ini adalah pelatihan tari Legong Bapang Saba yang dilaksanakan di desa Saba, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar oleh mahsiswa program studi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan protokol kesehatan yang ketat yaitu wajib pakai masker, cuci tangan sesering mungkin dan selalu jaga jarak. Kegiatan ini bisa dianggap berhasil melakukan pelatihan dan pembinaan walaupun pada masa-masa sulit seperti sekarang ini. Kegiatan ini bisa dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan di masa-masa mendatang terutama pada masa pandemi seperti sekarang ini.

References

Balai Pustaka. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

Djelantik, A.A.M.1999. “Memandang Pengalaman Bali”, (Makalah disampaikan pada Sarasehan MSPI bulan September 1999 di Tirtagangga Karangasem, Bali).

Kodiran. 1998. “Kesenian dan Perubahan Masyarakat” dalam Kebudayaan Rakyat Dalam Perubahan Sosial, Yogyakarta : Makalah disampaikan pada Simposium Internasional Ilmu-ilmu Humaniora ke-5. Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, Tanggal 8 – 9 Desember 1998.

Sedyawati, Edi. 1999. “Multikultural Dalam Ranah Tatap Muka Dan Perantaraan Media”, (Makalah disampaikan dalam rangka Vestival dan Temu Ilmiah Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia di Karangasem, Bali 9-14 September 1999).

Seramasara, I Gusti Ngurah. 1990. Monografi Desa Adat Saba. Gianyar. Bendesa Adat, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Daerah tingkat II Gianyar.

Suarka, Nyoman. 2015. Tari Legong Dari Kajian Lontar Ke Panggung Masa Kini. Denpasar. Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.
Published
2020-11-06
How to Cite
Mawan, I. G., & Ary Ratna, G. A. (2020). Pembelajaran Tari Bapang Saba Pada Masa Pandemi Covid-19 Melalui Kegiatan KKN ISI Denpasar di Desa Saba,Blahbatuh, Gianyar. Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar, 8(2), 84-89. Retrieved from https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/segarawidya/article/view/1176
Section
Articles