Eksistensi Gamelan Gong Luang Di Banjar Seseh Desa Singapadu

Authors

  • I Ketut Muryana
  • Tri Haryanto
  • I Gede Feby Widi Cahyadi

Keywords:

gong luang, seseh, pitra yadnya, dewa yadnya

Abstract

Gamelan di bali, sangat banyak ragam dan bentuknya, salah satu jenisnya adalah gamelan Luang atau gong Luang. Perkembangan dari gong Luang tidak seperti perkembangan gong lainnya, ini terdapat hanya dibeberapa tempat di Bali, salah satunya di Banjar Seseh, Desa Singapadu, Sukawati, Gianyar. Fungsi dari gong Luang ini di Singapadu dan pada umumnya sebagai pengiring upacara Pitra Yadnya dan Dewa Yadnya. Dalam gong luang yang terdiri dari laras pelog tujuh nada ada istilah saih atau pepatutan yang sering dipakai dalam gong luang, yaitu saih selisir, tembung, sunaren, pengenter, baro, dan lebeng. Fungsinya dalam Dewa Yadnya adalah sebagai pengiring seni wali merias ratu sesuhunan menjelang akan diadakan piodalan atau menjelang akan mekiyis ke segara atau ke laut, namun instrumennya hanya berupa caruk dan saronnya saja. Sedangkan dalam fungsinya sebagai pengiring pitra yadnya adalah sebagai iringan ngaben dan segala rangkaiannya. Gending yang disajikan dalam pengiring ngaben adalah Tabuh Panji Gede, Tabuh Delod Pangkung, Tabuh Panji Cenik, Tabuh Ginada, Tabuh Tut Baru, dan Tabuh Lilit.

Downloads

Published

2020-11-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Eksistensi Gamelan Gong Luang Di Banjar Seseh Desa Singapadu. (2020). Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan, 6(2), 105-110. https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/kalangwan/article/view/1226

Most read articles by the same author(s)