Film Dokumenter “Sesuluh” Sebagai Media Pembentuk Karakter Bangsa

I Ketut Buda, I Nyoman Payuyasa, I Made Deny Chrisna Putra

Abstract


Dewasa ini berbagai macam masalah muncul ke permukaan menghiasi media. Hal ini mencerminkan terjadinya degradasi moral atau kemerosotan karakter. Padahal jika dicermati  nilai-nilai karakter sangat kental termuat dalam nilai-nilai lokalitas kebudayaan yang salah satunya adalah wayang Kamasan. Lukisan wayang Kamasan adalah budaya yang sarat dengan nilai-nilai moralitas. Berkaitan dengan hal ini penulis termotivasi untuk melakukan kajian terhadap sebuah film dokumenter yang berjudul “Sesuluh” yang secara materi film ini mengangkat wayang Kamasan serta nilai-nilai karakter pembentuk bangsa. Mengingat film banyak digandrungi masyarakat luas dan begitu menginspirasi bagi generasi penerus bangsa. Oleh karena itu dalam peneitian ini penulis mengangkat tiga permasalahan, yaitu pertama adalah bagaimanakah konsep film “Sesuluh”, kedua bagaimanakah cerita film “Sesuluh”, dan ketiga bagaimanakah eksplorasi nilai-nilai karakter yang terdapat dalam lukisan wayang Kamasan. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Film dokumenter “Sesuluh” adalah jenis film dokumenter yang berdurasi 17 menit. Film ini mengambil konsep penggalian dan eksplorasi nilai karakter dalam wayang Kamasan, dengan menghadirkan tiga nara sumber yang berkompeten. Cerita film dibagi menjadi tiga babak, babak pertama membahas peran dan fungsi wayang kamasan, ketiga eksplorasi nilai karakter, dan ketiga berupa konklusi. Film “Sesuluh” ini merupakan sebuah media yang pantas dan patut dijadikan sarana pembentukan karakter bangsa.

Today various problems surfaced adorn the media. This reflects the occurrence of moral degradation or deterioration of character. In fact, if we look at the character values are very thick, contained in the values of cultural locality, one of which is Kamasan wayang. Kamasan puppet paintings are cultures that are full of moral values. In connection with this the writer is motivated to conduct a study of a documentary film entitled “Sesuluh” which in this film materializes Kamasan wayang and the values of the nation’s forming characters. Considering the film is much loved by the wider community and so inspiring for the future generation. Therefore, in this study the author raises three problems, namely first is how the concept of the film “Sesuluh”, the second how the story of the film “Sesuluh”, and the third how to explore the character values contained in Kamasan puppet paintings. The design of this study is descriptive qualitative. Data collection method uses interview and observation methods. The documentary film “Sesuluh” is a type of documentary film that lasts 17 minutes. This film takes the concept of digging and exploring the value of characters in the Kamasan wayang, by presenting three competent resource persons. The film story is divided into three rounds, the first round discusses the roles and functions of kamasan puppet, the third is exploration of character values, and the third is conclusions. This “Sesuluh” film is an appropriate media and should be used as a means of forming the nation’s character.

 

Keywords


film dokumenter; wayang kamasan; karakter bangsa

Full Text:

PDF

References


Ayawaila, Gerson. 2008. Dokumenter : Dari Ide Hinga Produksi. Jakarta : IKJ

Bazin, Andre. 2005. What is Cinema?.California : University of California Press

Katz, Steven. 1991. Film Directing Shot by Shot Visualizing From Concept to Scree. USA : Michael Wiese Production.

Mudana, Wayan. 2015. “Transportasi Seni Lukis Wayang Kamasan pada Era Postmodern di Klungkung Bali”. Denpasar : Universitas Udayana.

Mudana, Wayan. 2017. “Komodifikasi Seni Lukis Wayang Kamasan sebagai Produk Industri Kreatif Penunjang Pariwisata”. Mudra : Jurnal Seni Budaya Vol. 31 Nomor 1 Tahun 2017

Nugroho. Fajar. 2007. Cara Pinter Bikin Film. Yogyakarta : Galang Press

Pratista, Himawan. 2008. Memahami Film. Jakarta : Homerian Pusaka

Prihantono. Onny, Dkk. 2009. Strategi Pembuatan Film Dokumenter yang Tepat untuk Mengangkat Tradisi-Tradisi di Balik Reok Ponorogo PM. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana : Vol. 11 Nomor 1. Janurai 2009.

Rabiger, Michael. 2006. Develoving Stories Idea. USA : Elsevier.

Setem, Wayan. 2010. Interkultural Seni Lukis Wayang Kamasan. Denpasar.


Article metrics

Abstract views : 475 | views : 1

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
Segara Widya is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.