Representasi Gangsing Pada Busana Wanita Retro Playful

Ni Kadek Yuni Diantari, I Made Gede Arimbawa, Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana

Abstract


Munculnya berbagai permainan modern menjadi salah satu faktor penyebab permainan tradisional jarang dimainkan oleh masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan upaya untuk melestarikan permainan tradisional sebagai bagian kearifan lokal yang telah  menjadi budaya suatu masyarakat dari generasi ke generasi. Salah satu permainan tradisional yang perlu dilestarikan adalah permainan gangsing dari desa Munduk, Buleleng. Pelestarian permainan gangsing dilakukan melalui penciptaan busana wanita retro playful dengan sumber ide gangsing desa Munduk. Sumber ide dari gangsing  direpresentasi untuk mewujudkan busana wanita retro playful. Pada penciptaan ini juga diuraikan tentang keterkaitan antara bentuk dan makna dalam busana wanita retro playful dengan sumber ide gangsing desa Munduk. Bentuk yang muncul pada karya busana wanita berjenis adi busana (haute couture)  ini tampak dalam siluet, permainan potongan busana, dan aplikasi dari monumental tekstil dengan teknik plisket dan stitching. Sedangkan makna pada karya adi busana dengan sumber ide gangsing ini secara garis besar adalah keseimbangan perpaduan antara sumber ide dengan unsur tradisional (permainan gangsing) dan unsur kekinian (gaya busana retro playful). Busana wanita retro playful ini menerapkan konsep 2 (dua) jenis tim dalam permainan gangsing yang terdiri dari tim pemain gangsing gebug dan tim pemain gangsing pemelek. Keseluruhan busana melewati proses kreatif monumental tekstil dan tahapan proses desain fashion bertajuk “FRANGIPANI”, The Secret Steps of Art Fashion (Frangipani, Tahapan-Tahapan Rahasia dari Seni Fashion) oleh Ratna Cora. Tahapan proses desain fashion FRANGIPANI ini meliputi 10 tahapan yang memberikan tahapan sistematis dalam mengembangkan sumber ide gangsing ke dalam wujud busana wanita retro playful.

The emergence of various modern games is one of the factors causing traditional games to be rarely played by the community. Therefore, efforts are needed to preserve traditional games as part of local wisdom that has become the culture of a society from generation to generation. One of the traditional games that need to be preserved is the gangsing game from the village of Munduk, Buleleng. The preservation of gangsing games is done through the creation of retro playful women’s clothing with the source of the gangsing ideas from the village of Munduk. Sources of ideas from gangsing are represented to realize retro playful women’s clothing.  In this creation also described about the relationship between shape and meaning in retro playful women’s clothing with the source of the slender ideas of Munduk village.The form that appears in the fashion work of this type of woman’s fashion (haute couture) is seen in the silhouette, the cutting of clothing, and the application of monumental textiles with pleats and stitching techniques. While the meaning of the haute couture with gangsing as source of this idea outline is the balance of the combination of the source of ideas with the traditional elements (gangsing) and the contemporary (retro playful fashion style). This retro playful woman’s dress applies the concept of 2 (two) types of teams in a gangsing game, it is consist of  gebug team and pemelek team. The entire fashion applied monumental textile as creative process and the stage fashion design process as method. It is titled “FRANGIPANI”, The Secret Steps of Art Fashion by Ratna Cora. The stages of the FRANGIPANI fashion design process include 10 stages that provide a systematic stage in developing a source of gangsing as ideas into the form of retro playful women’s clothing.


Keywords


gangsing; busana wanita; adi busana; retro playful

Full Text:

PDF

References


Aprinta, Gita. “Kajian Media Massa: Representasi Girl Power Wanita Modern Dalam Media Online”. The Messenger, Volume II, No.2 Edisi Januari, 2011 (12-27).

Arafah, Burhanuddin. Warisan Budaya, Pelestarian dan Pemanfaatannya. Makasar: UPT Penerbitan Universitas Hasanuddin, 2014 (1-10).

Arikunto, Suharsimi. Permainan Tradisional Gasing (Gangsingan) Sebagai Media Enkulturasi Dan Sosialisasi. Yogyakarta: BPSNT, 2005.

Barker, Chris. Cultural Studies Teori & Praktik. Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2004.

Barnard, Malcolm. Fashion Sebagai Komunikasi. Yogyakarta: Jalasutra, 2011.

Budiman, Kris. Semiotika Visual: Konsep, Isu dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta: Jalasutra, 2011.

Danandjaja, James. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1994.

Hadisurya, Irma, dkk. Kamus Mode Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2011.

Jay, Calderin. The Fashion Design. United State of America : Rockport, 2009.

Larasati, Theresiana Ani. Kekehan: Permainan Gasing Daerah Lamongan. Jakarta: Direktorat Tradisi, Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, 2011.

Osterwalder, Alexander. Business Model Generation. Jakarta: Elex Media Komputindo, 2012.

Palgunadi, Bram. Disain Produk 2: Analisis dan Konsep Disain. Bandung: ITB University Press, 2008.

Singer, Ruth. Fabric Manipulation: 150 Creative

Sewing Technique. London: A David & Charles Book, 2013.

Smith, Charlotte. Dreaming Of Chanel: Vintage Dress, Timeless Stories. Australia: Happer Collins, 2010.

Sobur, Alex. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009.

Soekarno. Buku Penuntun Membuat Pola Busana Tingkat Dasar.Jakarta: Gramedia Pustaka, 2013

Stecker, Pamela. The Fashion Design Manual. Australia: Macmillan, 1997.

Suarka, dkk. Nilai Karakter Bangsa dalam Permainan Tradisional Anak-Anak Bali. Denpasar: Udayana University Press, 2011.

Suasmini, I Dewa Ayu Sri. “Kebaya Sebagai Busana Ke Pura Dalam Representasi Perempuan Kontemporer Di Kota Denpasar”. Mudra, Volume 32, No. 1, Edisi Februari, 2017 (141-148).

Subalidinata. Sejarah dan Asal-Usul Permainan Gasing. Yogyakarta: BPSNT, 2005.

Sudana, I Nengah. Permainan Rakyat Koleksi Museum Negeri Propinsi Bali. Denpasar: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Bali, 1994.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. Bandung: Alfabeta, 2010.

Sutarto, Ayu. Pedoman Pertandingan Gasing Nasional. Jakarta: Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata, 2009.

Triguna, Ida Bagus Gde Judha. Peralatan Hiburan Dan Kesenian Tradisional Daerah Bali. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987.

Disertasi

Cora, Ratna. “Wacana Fashion Global Dan Pakaian Di Kosmopolitan Kuta”. Disertasi. Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar, 2016.

Mudana, I Wayan. “Transformasi Seni Lukis Wayang Kamasan pada Era Postmodern di Klungkung, Bali”. Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar, 2015.


Article metrics

Abstract views : 5 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Prabangkara Jurnal Seni Rupa dan Desain is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.