Desain Kemasan Loloh Cemcem

I Komang Angga Maha Putra, I Gede Mugi Raharja, I Ketut Muka

Abstract


Loloh cemcem merupakan minuman khas Desa Penglipuran yang dibuat dengan menggunakan olahan daun cemcem (spondias pinnata) yang dicampurkan dengan air kelapa, dan beberapa bahan lainnya. Kualitas yang dimiliki oleh produk loloh cemcem serta tren minuman herbal dalam menjaga kesehatan, menjadi sebuah peluang untuk meningkatkan nilai jual produk. Namun dengan kondisi tampilan kemasan loloh cemcem saat ini, masih belum mengkomunikasikan kualitas yang dimiliki oleh produk tersebut. Sehingga perlu sebuah upaya untuk menciptakan tampilan kemasan yang baru, yang memiliki tampilan yang lebih informatif, persuasif dan estetis, guna menarik minat wisatawan domestik maupun internasional terhadap produk loloh cemcem. Penciptaan bertujuan untuk menghasilkan produk dengan tampilan yang lebih baik, memiliki media promosi yang tepat sehingga berdampak pada ketertarikan konsumen. Penciptaan menggunakan metode desain sistematis yang dikemukakan oleh Christoper Jones, yaitu analisis, sintesis dan evaluasi. Metode desain sistematis tersebut kemudian dikolaborasikan dengan proses kreatif pencipta yang menghasilkan sebuah tahapan penciptaan yang terdiri dari observasi, ide, purwarupa dan perwujudan. Observasi dilaksanakan melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Pencarian ide dilakukan dengan menggunakan pendekatan logis dan imajinatif sehingga menghasilkan konsep. Purwarupa dilaksanakan dengan membuat beberapa alternatif sketsa sampai mockup desain, sehingga bisa diwujudkan menjadi sebuah produk kongkrit yang dihasilkan dengan pertimbangan ukuran, material dan teknik produksi yang sesuai. Kemasan loloh cemcem yang memiliki tampilan baru, dirancang dengan tampilan visual yang memperhatikan aspek-aspek desain komunikasi visual, sehingga menghasilkan tampilan yang lebih estetis, mampu menarik perhatian dan menciptakan differensiasi serta menampilkan informasi yang sesuai dengan fungsi-fungsi kemasan.

Loloh cemcem is local beverages from Penglipuran village that made from cemcem leaves (spondias pinnata), blended with coconut water and some other ingredients. This beverage could remedy sore throat and become digestive aid. Loloh cemcem enthusiasts come from local people and also tourists that visit Penglipuran Village. But, loloh cemcem packaging appearance does not communicate quality that owned by this product. So, it’s need an effort to create new appearance of packaging design that contains informative, persuasive and aesthetic looks. This creation aims to make product with good appearance, supported with appropriate promotion media, that affect to consumer desire. Creation using systematic design method that proposed by Christoper Jones, that is Analysis, Synthesis and Evaluation. That systematic design method combined with creator creative process, resulting a creation steps that consisting of observation, idea, prototype, and embodiment. Observation is carried out by collecting primary data and secondary data. Ideation is carried out by logical and imaginative approach. Prototyping is implemented by making some alternative sketch until design mockup, so it could be embodiment into concrete product with appropriate measurement, material and production technique consideration. Loloh cemcem new packaging, designed with visual appearance that pay attention to visual communication design aspects, resulting aesthetic appearance, attracting, create differentiation, and also showing information that consider by packaging functions. To support marketing of loloh cemcem, in this creation also created some promotion media that can leverage product’s image of loloh cemcem

 

Keywords


loloh cemcem; kemasan; desain; estetis

Full Text:

PDF

References


Aaker, David. (2014), Aaker on Branding; 20 Principles That Drives Success, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Ambrose, Gavin dan Paul Harris. (2011), Packaging the Brand; The Relationship Between Packaging Design and Brand Identity, AVA Publishing SA, Lausanne-Swiss.

Ananda, Maya. (1978), Seluk Beluk Reklame dalam Dunia Perdagangan, Mutiara, Jakarta.

Budiman, Kris. (2011), Semiotika Visual; Konsep, Isu dan Problem Ikonisitas, Jalasutra, Yogyakarta.

Cross, Nigel. (1984), Development in Design Methodology, John Wiley & Sons Ltd, New York.

Handayani, Driana. Kopi Luwak dan Loloh Cemcem, (2 Oktober 2016), http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah Gizi/Kopi-Luwak-dan-Loloh-Cemcem.

Julianti, Sri. (2014), The Art of Packaging, PT. Gramedia Pustaka Utama, 2014, Jakarta.

Junaedi, Deni. (2016), Estetika; Jalinan Subjek, Objek, dan Nilai, ArtCiv, Yogyakarta.

Kusrianto, Adi. (2009), Pengantar Desain Komunikasi Visual, Penerbit Andi, Yogyakarta

Masri, Andry. (2010), Strategi Visual, Jalasutra, Yogyakarta.

Matius, Ali. (2011), Estetika; Pengantar Filsafat Seni, Sanggar Luxor, Tangerang.

Moriarty, Sandra, Nancy Mitchell, dan William Wells. (2009), Advertising Edisi Kedelapan, Prenadamedia Group, Jakarta.

Morissan. (2007), Periklanan dan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Ramdina Prakarsa, Jakarta.

Piliang, Yasraf Amir. (2010), Post-realitas; Realitas Kebudayaan dalam Era Post-Metafisika. Jalasutra, Yogyakarta.

_________________. (2008), Multiplisitas dan Diferensi: Redifnisi Desain, Teknologi dan Humanitas, Jalasutra, Yogyakarta.

Pujiriyanto. (2005), Desain Grafis Komputer, C.V Andi Offset, Yogyakarta.

Raharja, I Gede Mugi. (2016), “Desain dengan Citra Simulasi, Sebuah Integrasi Teknologi Secara Estetik”, Diunduh 6 April 2018 dari http://www.isi-dps.ac.id/wp-content/uploads/2016/04/Artikel_Mugi_CITRA-SIMULASI.pdf.

Raharja, I Gede Mugi. (2015), “Simulasi Desain dengan Citra Kronoskopi Gedung Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Sebuah Pembuktian Teori Dekonstruksi Derrida”, Mudra, Jurnal Seni dan Budaya 30/2 hal. 153-164.

Safanayong, Yongky. (2006), Desain Komunikasi Visual Terpadu. Arte Intermedia, Jakarta.

Sanyoto, Sadjiman Ebdi. (2009), Nirmana, Elemen-Elemen Seni dan Desain, Jalasutra, Yogyakarta.

Sarwono, Jonathan dan Hary Lubis. (2007), Metode Riset untuk Desain Komunikasi Visual. Penerbit Andi, Yogyakarta.

Setyanto, Daniar Wikan. (2007), Irama Visual; Dari Toekang Reklame sampai Komunikator Visual, Jalasutra, Yogyakarta.

Suhandang, Kustadi. (2016), Periklanan, Manajemen, Kiat dan Strategi, Penerbit Nuansa, Bandung.

Suparni dan Ari Wulandari. (2017), Seri Herbal Nusantara : Herbal Bali-Khasiat dan Ramuan Tradisional Asli dari Bali Penumpas Segala Penyakit Mematikan, Rapha Publishing, Yogyakarta.

Suyasa, I Gusti Ngurah Gede. (2017), “Kemasan sebagai Inovasi Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Pemasaran Produk” (Makalah Denpasar Design Centre), Panitia Seminar Nasional Kemasan Budaya Lokal sebagai Inovasi Ekonomi Kreatif untuk Meningkatkan Pemasaran Produk, Denpasar.

Tinarbuko, Sumbo. (2009), Semiotika Komunikasi Visual, Jalasutra, Yogyakarta.

Williamson, Judith. (1983), Decoding Advertisements; Ideology and Meaning in Advertising, Marion Boyars, London.


Article metrics

Abstract views : 5 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Prabangkara Jurnal Seni Rupa dan Desain is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.