Wayang Jawa Timuran Lakon Gandamana Luweng (Kajian Struktur Dan Makna)

Andini Shinta Kurniawati

Abstract


Wayang, sebagai salah satu bentuk kesenian klasik tradisional yang oleh pecintanya dikatakan mempunyai nilai adiluhung, banyak mempengaruhi tata nilai kehidupan Jawa khususnya dan masyarakat pada umumnya.Orang Jawa begitu percaya adanya perlambang, simbolisasi ataupun filsafat hidup yang berupa mitos pada satu lakon wayang.Salah satu lakon wayang yang cukup menarik perhatian adalah lakon wayang dengan judul Gandamana Luweng. Pokok permasalahan yang dikaji dalam penulisan ini adalah (1) Bagaimana struktur lakon Gandamana Luweng, (2) Bagaimana makna simbolik lakon Gandamana Luweng. Tujuan penulisan ini yaitu menganalisa dan mendeskripsikan struktur lakon dan makna simbolik lakon Gandamana Luweng. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomnologis empiris. Subjek utama dalam penelitian ini adalah Ki Pringgo Jati Rahmanu, sedangkan pengumpulan data diperoleh dengan pengamatan, wawancara, studi dokumen, dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemerksaan keabsahan data menggunakan informan review dan triangulasi data (sumber dan teknik). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur lakon Gandamana Luweng terdiri atas sinopsis, penjabaran lakon, penokohan, alur, setting, dan tema cerita.Lakon Gandamana Luweng ini memiliki makna bahwa jika dalam suatu Negara para rakyatnya bermoral lemah tidak mempunyai kekuatan dan keberanian apalagi kesadaran apa arti hidup ini maka hancurlah Negara itu. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Lakon Gandamana Luweng memiliki struktur lakon cukup menarik yang dikemas dalam durasi tampilan 60 menit, sedangkan dengan adanya makna simbolik yang terkandung diharapkan para pelaku hidup ini akan sadar tentang pentingnya saling mengerti, menyadari tentang hidup dan kehidupan di dunia.

Shadow Puppettry, as one of the traditional classical art form that by the lover is said to hold in high value, hold much affect to the values of life of Java in particular and its society in general. The Javanese are very confident in the use of symbols. Symbols and philosophies of life that are manifest in one myth in one puppet play. One of the puppet plays that attract attention is the wayang play entitled "Gandamana Luweng". The main issues studied in this book are (1) How Gandamana Luweng play is structured, (2) The symbolic meaning of Gadamana Luweng play. The purpose of this paper is to analyze and describe the structure of the play and the symbolic implications of the play Gandamana Luweng. This research uses qualitative research design with empirical phenomenological approach. The main subject in this study is Ki Pringgo Jati Rahmanu, while data collection is obtained with observation, interview, document study, documentation. Data analysis is done through by data reduction, presentation data, and conclusion. The validity of data is checked using using informant review and triangulation of data (source and technique). The results of this study indicate the structure of the Gandamana Luweng play consists of synopsis, description of the play, characterization, plot, setting, and theme of the story. This Gandamana Luweng play has the meaning if countrys people possess weak moral, no strength and courage let alone awareness as to what this life means, then the country is destroyed. From these data can be concluded Gandamana Luweng shadow puppet play holdss a fascinating  structure that comprises a 60 minute view duration, where the symbolic meanings intentions are expected that these actors will be aware of understanding each other, conscious about life and life in the world.


Keywords


Puppet; Play; Gandamana Luweng

Full Text:

PDF

References


Creswell, John W. 2015. Penelitian Kualitatif & Desain Riset: Memilih Di Antara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Djelantik. 1992. Pengantar Dasar Ilmu Estetika Jilid II: Falsafah Keindahan dan Kesenian. Denpasar: STSI Denpasar

Jones, Pip. 2016. Pengantar Teori-Teori Sosial. Jakarta: Yayasan Pustakan Obor Indonesia

Muelder Eaton, Marcia. 2010. Persoalan-Persoalan Dasar Estetika. Jakarta: Salemba Humanika

Rohidi, Tjetjep Rohendi. 2011. Metodologi Penelitian Seni. Semarang: Cita Prima Nusantara

Sumaryono. 2007. Jejak dan Problematika Seni Pertunjukan Kita. Yogyakarya: Prasista

Surwedi. 2014. Jaman Antaraboga Layang Kandha Kelir: Kumpulan Lakon Wayang Kulit Purwa Jawa Timuran. Yogyakarta: Buku Litera

Titien Martina, Ria. 2013. “Struktur Lakon Wayang Cekel Endralaya Karya R.M. Ismangun Danuwinata dan Ratnawati Rachmat”. Jurnal (diterbitkan). Semarang: FBS UNNES




DOI: http://dx.doi.org/10.31091/mudra.v33i1.137

Article metrics

Abstract views : 150 | views : 126

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed By

Crossref logo DOAJ Google Scholar   BASE


Editorial Office

Mudra Jurnal Seni Budaya
Indonesia Institute of The Arts of Denpasar
Jalan Nusa Indah Denpasar 80235
Phone : +62-361-227316 ext : 159 Fax : +62-361-236100
Email : penerbitan@isi-dps.ac.id

Creative Commons License
Mudra Jurnal Seni Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.