Seni Kerajinan Sarana Upacara Berbasis Upcycle Di Desa Kediri Tabanan

Seni Kerajinan Sarana Upacara Berbasis Upcycle Di Desa Kediri Tabanan

Authors

  • Ni Kadek Karuni Program Studi Kriya , Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar, Indonesia
  • I Wayan Mudra Program Studi Kriya , Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar, Indonesia
  • Mercu Mahadi Program Studi Kriya , Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.1054

Keywords:

kerajinan upcycle, sarana upacara, nilai tambah

Abstract

Seni kerajinan sarana upacara yang memanfaatkan media  koran bekas saat ini baru mulai berkembang dibeberapa daerah di Bali. Penggunaan  koran bekas untuk menciptakan produk kerajinan merupakan suatu trobosan baru dari perajin dalam mengembangkan kreativitas  menciptakan produk kerajinan yang lebih bervariatif. Pemikiran ini sesuai dengan konsep upcycle atau dalam proses perlakuannya disebut upcycling adalah proses pengubahan limbah bahan atau produk yang tidak berguna menjadi bahan baru atau produk dengan kualitas lebih baik untuk keberlanjutan dan profitabilitas. Tujuan penulisan ini adalah untuk  menjelaskan tentang dinamika bentuk  produk seni kerajinan sarana upacara berbasis upcycle yang dihasilkan oleh perajin di desa Kediri Tabanan serta proses kreatif perajin dalam menciptakan produk sarana upacara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teori pengambilan sampel porposive sampling, Metode pengumpulan data melalui  observasi, wawancara,  dokumentasi, dan analisa data secara kualitatif analitik. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa proses pembuatan produk sarana upacara ini menggunakan teknik pilin, penerapan dekorasi menggunakan teknik pilin dan tempel, finishing menggunakan teknik oles. Bentuk  produk  berupa : bokoran, tempat pemuspan, keben, Dulang, berbahan dasar  koran  bekas yang fungsinya sebagai wadah atau tempat sesajen. Produk yang dihasilkan merupakan produk kreatif yang ramah lingkungan.  Kesimpulannya adalah proses membuatan produk kerajinan sarana upacara melalui proses pembentukan, pendekorasian dan tahap  finishing.  Pemanfaatan  limbah koran untuk produk kerajinan sarana upacara merupakan suatu upaya untuk  mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu pemanfaatan limbah koran sebagai bahan seni kerajinan dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomi perajin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azwar,A.1990. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Yayasan Mutiara :Jakarta]
Boas, Franz. (1955), Primitive Art, Dover Publications, Inc, New York

Gusti Ketut Widana, 2012, Penjor Lebay: Upacara Menjamin Masuk Sorga, Pustaka Bali Post, Denpasar

Gustami SP., 1991, “Seni Kriya Indonesia: Dilema Pembinaan dan Pengembangannya”, Pidato Ilmiah pada Dies Natalis VII ISI Yogyakarta.

_______, 1999, « Jiwa Interprenurship Penting Bagi Kriyawan Menghadapi Millinium III » , dalam makalah Sarasehan dalam rangka Pameran Nasional Seni Kriya Menyongsong Millinium III, 10 April, di Galery Ardiyanto, Yogyakarta,

Ismail Alif Siregar, 2015, “ Pemanfaatan Limbah Koran Untuk Pengembangan Material Bahan Fiber” dalam Jurnal Widyakala, Universitas Pembangunan Jaya no2 Volume 2 , Tanggerang selatan, Bnaten

Karma Yudibrata, 1981/1982, « Peranan Seni Dalam Membina Masyarakat di Lingkungan Pendidikan Guru » dalam Majalah Analisis Kebudayaan, th II- no 2, Jakarta, Departemen Pindidikan dan Kebudayaan,

Karuni, Suardana, 2018, “Pengaruh Gaya Hidup Religius Pada Produksi Kerajinan Sarana Upacara Di Bali,” dalam Prosseding Seminar Nasional, Seni Dan Nasionalisme, Institut Seni Indonesia, Surakarta.

Karuni, Suardana, Suparta, 2019, “Produksi Kerajinan Sarana Upacara dan Gaya Hidup Religius Masyarakat Gianyar,” dalam Jurnal Mudra Volume 34 no 1, Institut Seni Indonesia, Denpasar.

Moleong, Lexy, J, 2013, Metodologi Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya,
Bandung.

Pradnyani, 2019, « Kain Tenun Ikat Idup Panak Berbasis Upcycle di Desa Tenganan, » Tesis Program Pascasarjana ISI Denpasar.

Sarad, 2001, Majalah Gumi Bali, no 19 juli 2001, yayasan Gumi Bali Denpasar.

Suprihana, 1997 dalam Yusnita Arvianti, 2016 “Teknologi Daur Ulang Kertas Koran Menjadi Kerajinan Tangan Bernilai Jual Tinggi Dan Analisa Kelayakannya(Studi Kasus Di Kelompok Ibu Rumah Tangga Sekarwangi Malang) ”, Jurnal Buana Sains Vol 16 No 2: 129-136, Malang.

Tjetjep Rohendi Rosidi, 2000, Kesenian Dalam Pendekatan Kebudayaan, Bandung, STISI Bandung Press,

Umar Kayam, 1981/1982, « Kreativitas Dalam Seni dan Masyarakat Suatu Demensi Dalam Proses Pembentukan Budaya Dalam Masyarakat » dalam Analisis Kebudayaan, th II-no 1,

Downloads

Published

09-07-2020

How to Cite

Karuni, N. K., Mudra, I. W., & Mahadi, M. (2020). Seni Kerajinan Sarana Upacara Berbasis Upcycle Di Desa Kediri Tabanan. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(2), 202–209. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.1054

Issue

Section

Articles
Loading...