Bentuk Dan Proses Penciptaan Tari Padang Kasna Sebagai Tolak Ukur Kemampuan Penggarap

Desak Ayu Desy Rupaniawati, Ni Komang Sri Wahyuni, I Gusti Ngurah Sueka

Abstract


Tari kreasi Padang Kasna merupakan sebuah karya tari yang mengangkat keindahan dan kesucian tanaman padang kasna. Termasuk tanaman langka, padang kasna tumbuh di Kabupaten Karangasem tepatnya di Temukus, Desa Besakih atau di kaki Gunung Agung. Mengangkat tanaman padang kasna karena penggarap ingin mengenalkan tanaman tersebut kepada masyarakat luas. Gerak-gerak yang dituangkan dalam karya tari ini merupakan imajinasi dari penggarap akan tanaman padang kasna, tetapi tetap berpijak pada gerak tari tradisi Bali. Tari ini diciptakan oleh Desak Ayu Desy Rupaniawati dengan penata musik yaitu I Dewa Putu Ari Artha. Dalam pertunjukannya tari ini terdiri dari 4 bagian sesuai dengan ide maupun konsep yang diangkat. Untuk menyempurnakan karya ini tentunya tidak terlepas dari unsur-unsur pendukung seperti, tata rias dan busana, panggung dan lighting, serta musik iringan.

Padang Kasna creations dance is a creation of dance that lifts the beauty and sanctity of padang kasna plants. Including scarce plants, padang kasna grow in Karangasem regency precisely in Temukus, Besakih Village or at the foot of Mount Agung. Lifting the padang kasna plants because the creator wants to introduce the plant to the wide community. The movements that are poured in this creation dance is the imagination from creator of the padang kasna plants, but still based on the Balinese tradition dance movement. This dance was created by Desak Ayu Desy Rupaniawati with the music creator by I Dewa Putu Ari Artha. In the show the dance consists of 4 parts in accordance raised with the idea and concept. To perfect this creation certainly can not be separated from the supporting elements such as, makeup and fashion, stage and lighting, and music accompaniment.


Keywords


padang kasna; tari padang kasna; proses penciptaan tari padang kasna

Full Text:

PDF

References


Bandem, I Made dan Fredrik Eugene deBoer. 2004. Kaja dan Kelod Tarian Bali dalam Transisi terjemahan I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem (terjemahan karya Kaja and Kelod Balinese Dance in Transition). Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Dibia, I Wayan. 1977/1978. Pengantar Karawitan Bali. Denpasar: ASTI Denpasar.

___________. 2012. Geliat Seni Pertunjukan Bali. Denpasar: Buku Arti.

___________. 2012. Ilen – Ilen Seni Pertunjukan Bali. Denpasar: Bali Mangsi.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2012. Koreografi (Bentuk-Teknik-Isi). Yogyakarta: Cipta Media.

Hawkins, Alma M. 1988. Mencipta Lewat Tari terjemahan Y. Sumandiyo Hadi tahun 2003 (terjemahan karya Creating Through Dance). Yogyakarta: Manthili Yogyakarta.

__________. 1991. Bergerak Menurut Kata Hati: Metoda Baru dalam Menciptakan Tari terjemahan I Wayan Dibia tahun 2003 (terjemahan karya Moving From Within: A New Method for Dance Making). Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Hoed, Benny H. 2011. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.

Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM). 2004. Taman Gumi Banten Ensiklopedi Tanaman Upakara. Bali: Universitas Udayana.

Mider Adnyana, I Nyoman. 2012. Arti dan Fungsi Banten sebagai Sarana Persembahyangan. Denpasar: Pustaka Bali Post.

Meri, La. Komposisi Tari, Elemen-elemen Dasar terjemahan Soedarsono tahun 1986 (terjemahan karya Dance Composition, The Basic Elemen). Yogyakarta: Lagaligo.

Murgiyanto, Sal. 1992. Koreografi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Panitia Penyusun Kamus Bali – Indonesia. 1978. Kamus Bali – Indonesia. Denpasar : Dinas Pengajaran Provinsi Daerah Tingkat I Bali.

Simpen AB, IW. 1985. Kamus Bahasa Bali. Denpasar: PT.Mabhakti.

Smith, Jasqueline. Komposisi Tari:Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru terjemahan Ben Suharto tahun 1985. Yogyakarta: Ikalasti Yogyakarta.

Sobur, Alex. 2003. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Sutama, I Nyoman. 2009. Tesis Jenis Tumbuh – Tanaman pada Sanggah Surya Dalam Upacara Rsi Gana di Desa Manggis Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. Denpasar: UNHI.

Triguna, Ida Bagus Gde Yudha. 2000. Teori Tentang Simbol. Jakarta: Widya Dharma.

Tusan, Pande Wayan. 2001. Selonding. Denpasar: Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Tingkat I Bali.

Widyastutieningrum, Sri Rochana & Dwi Wahyudiarto. 2014. Pengantar Koreografi. Surakarta: ISI Press Surakarta.

Yayasan Sanatana Dharmasrama. 1996. Intisari Ajaran Hindu. Surabaya: Paramitha.

Sumber Discografi

Video Tugas Akhir ISI Denpasar dengan judul Tandavasandi oleh Ida Ayu Made Dwita Sugiantini.

Video Tuga Akhir ISI Denpasar dengan judul Menori oleh Ni Luh Sylvia Rostina Sudira.

Video Youtube dengan judul Berburu!!! Edelweiss di Kaki Gunung Agung Bali dengan alamat https://www.youtube.com/watch?v=nXUx-hFG7zY diakses tanggal 26 Juli 2017 dan diunduh tanggal 18 September 2018.


Article metrics

Abstract views : 7081 | views : 8

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Kalangwan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.