Struktur Ritme Lagu Curik-Curik Aransemen Gustu Brahmanta Trio

Warman Adhi Sanjaya, I Gede Arya Sugiartha, I Nyoman Astita

Abstract


Penelitian ini mengenai karya komposisi “Curik-Curik” yang diaransemen menggunakan pendekatan jazz hibrida bergenre swing. Komposisi curik –curik hasil aransemen Ida Bagus Gustu Brahmanta menggunakan 3 instrumen antara lain rindik, drumset & contra bass. Ketiga instrumen ini cara penggarapannya dilakukan menggunakan pendekatan cross culture atau lintas budaya dimana instrumen rindik yang berasal dari bali dicampurkan dengan instrumen contra bass dan drum yang berasal dari Barat. Hal ini cukup menarik karena proses hibridasi pada akhirnya mampu menyatukan dua budaya musik yang berbeda karena kemampuan para pemainnya yang memiliki pengalaman dan skill yang tinggi. “Curik-Curik” adalah lagu yang digunakan dalam permainan anak tradisional Bali.Secara kontekstual komposisi “Curik-Curik” adalah mempresentasikan revitalisasi budaya memalalui kerja kreatif seniman sehingga dengan diciptakannya karya ini maka lahirlah berbagai karya baru dan kekinian sesuai dengan nafas jaman. Melalui estetika struktur ritme setidaknya diketahui bahwa karya ini lebih menonjolkan permainan pola ritme sehingga semua instrumen difungsikan sebagai rhythm section. Akan tetapi pada sisi yang lain seluruh instrumen juga bisa difungsikan sebagai solois dimana setiap pemain contra bass menonjolkan ketrampilannya sendiri-sendiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif analitik.

This study is about the work of “Curik-Curik” composition using the genre jazz hybrid approach. “Curik-Curik” composition of the arrangement of Ida Bagus Gustu Brahmanta arrangement uses 3 instruments such as rindik, drumset & contra bass. All three of these instrumentation methods are done using cross cultural approach where the rindik instruments originating from Bali are mixed with contra bass and drum instruments originating from the West. This is quite interesting because the hybridization process can finally unify two different cultural music because of the ability of its players to have high experience and skill. “Curik-Curik” is a song used in traditional Balinese children’s games. Curic-Curik contemporary composition is presenting a cultural revitalization through artist’s creative work so that by creating this work it is born of new and contemporary works that fit the new era of music. Through the aesthetic theory of rhythm structure at least it is known that this work more emphasizes the game of rhythm patterns so that all instruments are functioned as a rhythm section. However, on the other hand the whole instrument is also funcioned as a solois where each player contra bass highlights his own skills. This research uses analytic descriptive research method.


Keywords


jazz hibrida; cross culture “Curik-Curik”;estetika; semiotika; struktur ritme

Full Text:

PDF

References


Aminudin. Semantik (Pendekatan Studi Tentang Makna), Bandung: Sinar Baru Algesindo. 2003.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian. Jakarta : Bina Aksara. 2002.

Bandem, I Made. Perkembangan Seni Karawitan Bali. Denpasar: ASTI Denpasar. 1986.

Bastomi, Sawaji. Seni dan Budaya Jawa. Semarang: IKIP Semarang. 1992.

Brandon, R. James. Theater on South East Asia. UK: Harvard University Press. 1967.

Cooper, W Grosvenor and Meyer B Leonard. The Rhytmic Structure of Music, United State:The University of Chicago. 1960.

Djelantik, A.A. Made. Estetika Sebuah Pengantar. Denpasar: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, Denpasar. 1999.

Grenz. Stanley J. A Primer On Postmodernism, Pengantar untuk Memahami Postmodernisme. Terj. Wilson Suwanto.Yogyakarta: Yayasan Andi. 1996.

Hastoko, Sapto. Struktural Ritme Lagu Grand Overture Karya Mauro Galiani. Skripsi. Insitut Seni Indonesia, Yogyakarta. 1996.

Husna, M. 100 Lebih Permainan Tradisional Indonesia. Jakarta: Andi Publisher. 2009

Kaelan. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. Yogyakarta : Paradigma.2005

Khan, Hazrat Inayat. Dimensi Mistik Musik dan Bunyi. Yogyakarta: Pustaka Sufi. 2002

Mack, Dieter. Sejarah Musik Jilid 4.Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi. 1995.

Matusitz, J. “Semiotics of Music: Analysis of Cui Jians Nothing to My Name The Anthem for the Chinese Youths in the Post Cultural Revolution Era”. HK : Periplus. 2007.

Mcphee, Colin. Music in Bali: A Study in Form and Instrumental Organization in Balinese Orchestral Music. United State: Da Capo Pr . 1976.


Article metrics

Abstract views : 1173 | views : 246

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Kalangwan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.