Anak Agung Gede Oka Dalem Tokoh Penggerak Seni Pertunjukan Pariwisata di Desa Peliatan

Ni Komang Ayu Anantha Putri

Abstract


Anak Agung Gede Oka Dalem seniman tari kelahiran 3 Mei 1954, Oka Dalem disebut sebagai tokoh penggerak karena beliau mampu berkreativitas, mengkoordinir para seniman, serta terus berinovasi menjadikan pertunjukan pariwisata yang maju dan eksis. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai bintang panggung, seorang guru yang mampu memberi contoh dan pengelola seni yang baik bagi kelima sekaa yang bernaung, sehingga dengan manajemen seni yang professional Oka Dalem dapat mendatangkan banyak manfaat bagi para masyarakat yang tergabung dalam lima sekaa yang secara bergantian pentas regular di wadah seninya. Sangat jarang terdapat seniman tari yang mampu menjadikan seni sebagai mata pencaharian utama, seperti yang dilakukan Oka Dalem yang mampu hidup sejahtera berkat sebuah pertunjukan pariwisata yang beliau kelola. Tujuan dari penelitian ini adalah Menghasilkan sebuah karya tulis yang mampu digunakan sebagai informasi tentang tokoh seniman yang mampu memanajemen dan menggerakkan seni pertunjukan wisata, khususnya di Desa Peliatan Ubud. Terdapat tiga pokok permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini. Pertama yaitu bagaimana riwayat kehidupan dari Oka Dalem yang menggiring dirinya untuk menjadi seorang seniman dan tokoh yang berpengaruh di Desa Peliatan, kedua yaitu bagaimana motivasi Oka Dalem dalam mengelola seni pertunjukan pariwisata di Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, Ketiga yaitu apa saja kontribusi A.A Gede Oka Dalem sebagai tokoh penggerak seni pertunjukan pariwisata di Desa Peliatan, Ubud ,Gianyar. Adapun teori yang digunakan untuk membedah ketiga rumusan masalah tersebut adalah teori tokoh egoistik, teori motivasi kerja, teori professional dan teori estetika. Sebagai tokoh penggerak, Oka Dalem juga mampu berkreativitas dan berinovasi dengan memberikan ruang dan kesempatan bagi semua anggota sekaa melalui wadah seni yang bernama Balerung Mandera Srinertya Waditra. Wadah seni ini merupakan bukti nyata seorang tokoh penggerak yang mampu menjadi fasilitator yang hebat, karena beliau tidak hanya mampu mendirikan wadah seni, melainkan mampu mengelola sekaa yang bernaung di dalamnya serta menjadikan wadah seni tersebut terkenal sampai menjadi sumber mata pencaharian tambahan bagi masyarakat pendukungnya.

Anak Agung Gede Oka Dalem born May 3, 1954, Oka Dalem is called as a driving figure because he is able to creativity, coordinate the artists, and continue to innovate to make tourism performances advanced and exist. In addition, he is also known as a stage star, a teacher who is able to give examples and good art management for the five sekaa who take shelter, so that with professional art management Oka Dalem can bring many benefits for the people who joined in five sekaa that alternately Regular performances in his art container. Very rarely there are dance artists who are able to make art as a main livelihood, as did Oka Dalem who is able to live prosperous thanks to a tourism show that he managed. The purpose of this research is to produce a paper that can be used as information about the character of artists who are able to manage and move the art of tourism performances, especially in Peliatan Village Ubud. There are three main issues studied in this research. The first is how the life history of Oka Dalem who led him to become an artist and influential figure in Peliatan Village, the second is how the motivation Oka Dalem in managing the art of tourism performances in Peliatan Village, Ubud, Gianyar, Third, what are the contributions of AA Gede Oka Dalem as the driving figure of the art of tourism performances in Peliatan Village, Ubud, Gianyar. The theory used to dissect the three formulation of the problem is the theory of egoistic figures, the theory of work motivation, professional theory and aesthetic theory. As a driving force, Oka Dalem is also able to creativity and innovation by providing space and opportunities for all members sekaa through an art container named Balerung Mandera Srinertya Waditra. This art container is a clear proof of a mobilizer who is capable of being a great facilitator, as he is able not only to establish an arts venue, but to be able to manage the shelter in it and make the art container well known to be an additional source of livelihood for the support community.


Keywords


Oka Dalem; Tokoh Penggerak; Pariwisata

Full Text:

PDF

References


Arini, Kusuma. Legong Peliatan:Pionir Promosi Kesenian Bali Yang Tetap Eksis. Departemen Pendidikan Nasional. Denpasar:Institut Seni Indonesia Denpasar, 2011.

Bandem, I Made and Fredrick Eugene de Boer. Kaja and Kelod : Balinese Dance in Transition. Kuala Lumpur : Oxford University Press : Oxford New York Melbourne, 1981.

Dalem, A.A Gde Oka. Dari Peliatan Menggetarkan Dunia. Peliatan. Ubud. Paguyuban Sekehe Peliatan, 2007.

Dibia, I Wayan (Editor). Sekar Jagat Bali : Kumpulan Rekam Jejak Tokoh Seniman dan Budayawan Bali. Bali : UPT Penerbitan ISI Denpasar, 2003.

Harahap, Syahrin. Metodologi Studi Tokoh dan Penulisan Biografi. Jakarta : Prenada, 2014.

Mardalis. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara, 2014.

Liliweri, Dr. Alo. Sosiologi Organisasi. Bandung: PT.Citra Aditya Bakti, 1996.

Picard, Michel. Bali Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata. Jakarta : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) forum Jakarta-Paris Ecole Francaise d’Extreme-Orient, 2006.

Robbins, Stephen P dan Mary Coulter. Manajemen. Ed.7. Jilid II. Jakarta: Perpustakaan Internasional Jakarta: PT Indeks kelompok Gramedia, 2002.

Sedana, I Nyoman. Sekar Jagat Bali Jilid II: Menguak Kiprah Serta Ketokohan Seniman dan Budayawan Bali. Denpasar: UPT Penerbitan Institut Seni Indonesia Denpasar, 2015.

Soedarsono, R.M. Seni Pertunjukan Dan Pariwisata. Yogyakarta: Badan Penerbit Intitut Seni Yogyakarta, 1999.

Suyanto, Bagong. Metode Penelitian Sosial (Berbagai Alternatif Pendekatan). Jakarta : Kencana, 2013.

Wardianta. Metode Penelitian Pariwisata.. Yogyakarta: CV Andi Offset (Andi), 2006.


Article metrics

Abstract views : 1274 | views : 55

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Kalangwan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.