Balinese Pop Music: An Industrialization Era

Ni Wayan Ardini

Abstract


ABSTRACT

Balinese pop music appeared in 1970’s but its industrialization refers to the development of the involved industries which began in 1990s. The industrialization is characterized by aspects of economy, technology, and new culture in music. All the aspects are related to each other. The economy can be seen in the growing capital in such a business. Technology is in the use of digital tecnology substituting the analog. New culture in music is shown in the more awareness of the Balinese people in enjoying Balinese pop songs. The Balinese are no longer shy singing such songs. This literature review uses techniques of qualitative data analysis. The result of the study shows that the industrialization consists of production, distribution, and consumption of the music. The production is created by the cultural power (musicians) and the capital power (capital owners). The distribution of the Balinese pop music in the current marketing is done by using the support of media power, particularly the electronic media, namely radio (since 1990s and even earlier), especially television (since 2002), in this case Bali TV. The production and distribution enables massive consumption in the Balinese society. The consumption is concerned with the existence of a new musical culture in the society. Although the industrialization tends to be capitalistic, Balinese artists or the musicians can earn their living through the Balinese pop songs. It is not a modern capitalism but postmodern one as the music relies on the existence of the Balinese society and their culture.

Keywords: Balinese pop music, industrialization, production, distribution, consumption.

  

ABSTRAK

Musik pop Bali muncul pada tahun 1970-an tetapi industrialisasinya mengacu pada perkembangan industrial yang dimulai pada 1990-an. Industrialisasi ini dicirikan oleh aspek ekonomi, teknologi, dan budaya baru dalam musik. Semua aspek terkait satu sama lain. Perekonomian dapat dilihat dari pertumbuhan modal dalam bisnis semacam itu. Teknologi terlihat dalam penggunaan teknologi digital menggantikan yang analog. Budaya baru dalam musik ditampilkan dalam kesadaran yang lebih besar dari orang-orang Bali dalam menikmati lagu-lagu pop Bali. Orang Bali tidak lagi malu menyanyikan lagu-lagu seperti itu. Tinjauan kepustakaan ini menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industrialisasi musik pop Bali terdiri atas produksi, distribusi, dan konsumsi musik. Produksi diciptakan oleh kekuatan budaya (musisi) dan kekuatan modal (pemilik modal). Distribusi musik pop Bali dalam pemasaran saat ini dilakukan dengan menggunakan dukungan kekuatan media, khususnya media elektronik, yaitu radio (sejak 1990-an dan bahkan lebih awal), khususnya televisi (sejak 2002), dalam hal ini Bali TV. Produksi dan distribusi tersebut memungkinkan konsumsi musik pop Bali besar-besaran dalam masyarakat Bali. Konsumsi berkaitan dengan keberadaan budaya musik baru di masyarakat. Meskipun industrialisasi ini cenderung bersifat kapitalistik, seniman Bali atau musisi dapat mencari nafkah melalui lagu-lagu pop Bali. Ini bukan kapitalisme modern tetapi postmodern, yakni sebagai musik yang bergantung pada keberadaan masyarakat Bali dan budaya mereka.

Kata kunci: music pop Bali, industrialisasi, produksi, distribusi, konsumsi.


Keywords


Balinese pop music, industrialization, production, distribution, consumption.

Full Text:

PDF

References


REFERENCES

Adorno, Theodor Wiesendgrund. 1948. Philosophy of Modern Music. London: Sheed & Ward.

Ardini, Ni Wayan. 2016. “Industrialisasi Musik Pop Bali: Ideologi, Kepentingan, dan Praktiknya”, dissertation, Doctorate Programs in Cultural Studies, Universitas Udayana, Denpasar . Date accessed: 14 may 2018.

Ardini, Ni Wayan. 2017. “Keberagaman Irama dan Nuansa Musikal dalam Industrialisasi Musik Pop Bali”, Soshum : Jurnal Sosial dan Humaniora, [S.l.], v. 7, n. 2, p. 264-272, oct. ISSN 2580-5622. Available at: . Date accessed: 04 july 2018.

Ardini, Ni Wayan; Wirawan, AA Bagus; Suarka, I Nyoman; Sugiartha, I Gede Arya. 2015. “Power of Media in Industrialization of Balinese Pop Music”. E-Journal of Cultural Studies, [S.l.], v. 8, n. 4. ISSN 2338-2449. Available at: . Date accessed: 14 may 2018.

Ardini, Ni Wayan; Astuti, Ni Nyoman; Darmayuda, I Komang; Armoni, Luh Eka; Sumerjana, Ketut. 2018. “Issues in the Relationships among Balinese Pop Music, Tourists, and the Tourism Industry”, International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 80, june. ISSN 2580-5592. Available at: . Date accessed: 04 july 2018.

Budiarto, C. Teguh. 2001. Musik Moderen dan Ideologi Pasar. Yogyakarta: Tarawang Press.

Dethu, Rudolf. 2011. Blantika Linimasa: Kaleidoskop Musik Non-trad Bali, Sejak Lahir, Tumbuh Kembang, Berdiri, Pingsan, Berdiri Lagi, dan Menolak Mati. Denpasar: Matamera Book.

Frith, Simon. 1988. Music for Pleasure. New York: Routledge.

_______. 2006. ”The Industrialization of Popular Music” dalam Andy Bennet, Barry Shank, and Jason Toynbee (eds.) The Popular Music Studies Reader. London: Routledge.

Goeslaw, Melly. 2012. Balance. Jakarta: Komunitas Bambu.

Mack, Dieter. 1995. Apresiasi Musik: Musik Populer. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.

_______. 2004. Musik Kontemporer dan Persoalan Interkultural. -: Arti.

Miles, Matthew B; Michael A. Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UII Press.

Narendra, Yuka Dian, Yunoke Rahma Andayani, and Ispawati Asri. 2009. ”Copyright, Panopticon dan ISA: Hak Cipta dan Kesadaran Palsu dalam Industri Musik Indonesia”, Marcommers Jurnal Marketing Communication & Advertising, Vol. 1, No. 1, October, p. 92-107.

Storey, John. 2004. Teori Budaya dan Budaya Populer: Memetakan Lanskap Cultural Studies. Yogyakarta: CV. Qalam.

_______. 2006. Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop: Pengantar Komprehensif Teori dan Metode. Yogyakarta: Jalasutra.


Article metrics

Abstract views : 47 | views : 17

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office :

Journal of Music Science, Technology, and Industry
Institut Seni Indonesia Denpasar
Jalan Nusa Indah, Denpasar 80235 
Phone : +62361 236100.

Email : jomsti@isi-dps.ac.id