Kearifan Lokal Musikal dalam Lagu-lagu Album Bali Kumara

I Putu Lukita Wiweka Nugraha Putra

Abstract


ABSTRAK

Topik dari artikel ini adalah kearifan lokal pada lagu-lagu album Bali Kumara I. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan kearifan lokal pada lagu-lagu album Bali Kumara. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif kualitatif. I Komang Darmayuda selaku komposer lagu-lagu album Bali Kumara merupakan informan dalam penelitian ini. Data berupa rekaman audio lagu-lagu album Bali Kumara. Kearifan lokal dalam lagu-lagu album Bali Kumara terletak pada penggunaan tangga nada/titi laras pelog dan slendro, serta penggunaan bahasa Bali singgih dan sor. Tangga nada pelog dan slendro diimplementasikan pada melodi-melodi utama, baik oleh alat musik keyboard, gamelan, maupun vokal. Pada beberapa lagu terdapat juga tangga nada lain, seperti diatonis dan kromatis, dimana tidak terlalu memudarkan warna pelog dan slendro. Jika dilihat dari sudut pandang sor singgih basa (tingkatan-tingkatan dalam bahasa Bali), sebagain besar lagu-lagu di album Bali Kumara menggunakan basa singgih, dan beberapa di antaranya menggunakan basa sor. Lagu pop Bali sebagai salah satu kesenian profan yang tumbuh dan berkembang di Bali sudah seyogyanya mengandung unsur-unsur kearifan lokal Bali. Kearifan lokal yang terkandung pada lagu-lagu album Bali Kumara dapat menjadi pijakan bagi para pelaku lagu pop Bali khususnya komposer dalam menciptakan karya-karya berikutnya, sehingga identitas lagu Pop Bali tetap terjaga.

Kata kunci: musik, kearifan lokal, lagu, album Bali Kumara.

  

ABSTRACT

The topic of this article covers local wisdom in the songs of Bali Kumara first album. The purpose of writing this article is to describe the local wisdom in the songs of the Bali Kumara first album. The method used in this study is descriptive-qualitative. I Komang Darmayuda as a composer of Bali Kumara first Album songs is an informant in this research. The data is audio recording of songs in Bali Kumara first album. The Balinese local wisdom in the songs of Bali Kumara first album lies in the use of tone named titi laras pelog and slendro, as well as the use of the Balinese language such as singgih and sor. Pelog and slendro tones are implemented in the main melodies, either by keyboard instruments, gamelan or vocals. In some songs, there are also other scales, such as diatonic and chromatic, which do not diminish the pelog and slendro colors. Seen from the point of view basa singgih (levels in the Balinese language), most of the songs in the album Bali Kumara uses basa singgih, and some basa sor. Balinese pop songs as one of the profane art that grow and develop in Bali should contain elements of the Baliense local wisdom. The local wisdom contained in the songs of Bali Kumara album can be a foothold for the performers of Balinese pop songs especially composers in creating works, so that the identity of the Balinese pop songs is maintained.

 Keywords: music, local genius, song, album of Bali Kumara.


Keywords


musik, kearifan lokal, lagu, album Bali Kumara.

Full Text:

PDF

References


REFERENSI

Adnyana, Pande Putu P. 2014. Penguasaan Sor Singgih Bahasa Bali Dalam Keterampilan Berbicara Kelas IX SMP Negeri 3 Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014. Denpasar: Universitas Udayana.

Darmayuda, I Komang. 2007. “Lagu Pop Bali Periode 1990-2005 (Sebuah Kajian Budaya)”, Tesis, Denpasar: Pascasarjana Universitas Udayana.

Dharna, I Gde. 2003. “Mencari “Bali” pada Lagu Pop Bali Masa Kini”, Bali Post, 30 Agustus, hal. 8.

Prabandani, H.W. 2018. “Pembangunan Hukum Berbasis Kearifan Lokal”. www.birohukum.bappenas.go.id.

Sartini, Ni Wayan. 2009. Menggali Nilai-nilai Kearifan Lokal Budaya Jawa Lewat Ungkapam (Bebasan, Saloka, dan Paribasa). Palembang: Universitas Sumatera Selatan.

Sukerta, Pande Made. 1998. Ensiklopedia Karawitan Bali. Bandung: MSPI.

Tinggen, I Nengah. 1986. Sor Singgih Basa Bali. Singaraja: Rhika Dewata.

Mack, Dieter. 1995. Apresiasi Musik: Musik Populer. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.

Mack, Dieter. 2004. Musik Kontemporer dan Persoalan Interkultural. -: Arti.

Miles, Matthew B; Michael A. Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UII Press.

Narendra, Yuka Dian, Yunoke Rahma Andayani, and Ispawati Asri. 2009. ”Copyright, Panopticon dan ISA: Hak Cipta dan Kesadaran Palsu dalam Industri Musik Indonesia”, Marcommers Jurnal Marketing Communication & Advertising, Vol. 1, No. 1, October, p. 92-107.

Storey, John. 2004. Teori Budaya dan Budaya Populer: Memetakan Lanskap Cultural Studies. Yogyakarta: CV. Qalam.

Storey, John. 2006. Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop: Pengantar Komprehensif Teori dan Metode. Yogyakarta: Jalasutra.


Article metrics

Abstract views : 37 | views : 19

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office :

Journal of Music Science, Technology, and Industry
Institut Seni Indonesia Denpasar
Jalan Nusa Indah, Denpasar 80235 
Phone : +62361 236100.

Email : jomsti@isi-dps.ac.id