Tabuh Jegog

I Gede Yudartha

Abstract


4.1 Pengertian Tabuh Jegog

 

Gamelan  Jegog merupakan  salah  satu  jenis  gamelan  yang  menjadi  ciri  khas  kabupaten

 

Jembrana (Sukerna, 2003:1). Berbeda dengan jenis gamelan sebelum yang

 

diungkap dalam buku ini, gamelan Jegog terbuat dari bahan dasar Bambu. Sebagimana diuraikan oleh Sukerna (2003:2-3), gamelan ini awalnya merupakan gamelan bilah dimana bilah tersebut terbuat dari    kayu           Bayur/Panggal Buaya dengan resonator bambu yang terdapat dan tumbuh subur    di  sebagian   besar   wilayah   Jembrana.

             

Namun karena langkanya bahan baku kayu tersebut pada perkembangan selanjutnya bilah tersebut   digantikan   dengan   hanya memakai bambu saja.  Terjadinya perubahan ini ternyata secara musikal  menghasilkan kualitas suara yang lebih nyaring dan menghasilkan suara yang menggema.

Secara aklamasi masyarakat Jembrana khususnya di kalangan seniman menunjuk bahwa yang menciptakan gamelan ini adalah I Wayan Geliguh atau Kiyang Geliduh (1872) pada tahun

1912.  Ia  adalah  seorang  seniman  yang  berasal  dari  Banjar  Sebual,  Desa  Dangin  Tukad  Aya, Kecamatan Negara, Jembrana.

 

          Sebagai produk budaya asli masyarakat Jembrana, gamelan ini  memiliki  fungsi  yang  sangat  beragam.  Awalnya  gamelan  ini dipergunakan  sebagai  media  komunikasi  untuk  memanggil  warga masyarakat desa agar berkumpul guna melakukan kegiatan nyucuk yakni kerja bakti membuat atap rumah dari      ijuk. Pada perkembangan berikutnya, gamelan  ini dipergunakan untuk mengiringi  tari  pencak  silat,  suatu  atraksi  yang  diadakan  pada waktu  istirahat  atau  setelah  selesai  nyucuk.  Dari  uraian  tersebut dapat  disimpulkan  bahwa  gamelan  ini  memiliki  fungsi  sosial  yang  kemudian  berkembang berfungsi sebagai hiburan atau seni tontonan. Sebagai salah satu tontonan yang sangat menarik gamelan  Jegog  sering  dikompetisikan  dengan  dihadap-hadapkan  (mebarung)  antara satu  sekaa dengan sekaa yang lainnya yang mana event ini disebut dengan ”Jegog Mebarung”.

 

 

4.2 Instrumen dan Teknik Instrumentasi

 

Sebagaimana  telah  diuraikan  sebelumnya,  secara  fisik   keseluruhan  instrumen  yang terdapat  pada  gamelan  ini  terbuat  dari  bambu.  Dibandingkan  dengan  jenis  gamelan  bambu lainnya, gamelan Jegong memiliki ukuran yang paling besar dan nada suara yang dihasilkannya sangat  keras.  Dilihat  dari  sistem  larasnya,  gamelan  ini  memiliki  rangkaian  nada-nada  yang berlaras  selendro  dimana  dalam  satu  oktafnya  terdiri  dari  4  (empat)  nada.  Adapun  nada-nada tersebut diantaranya: ndong (4), ndeng (5), ndung (7) dan nding (3).

Dari  jenis  dan  jumlah  instrumennya  semula  terdapat  beberapa  nama  jenis  instrumen dalam barungan gamelan Jegog diantaranya: Jegogan yang


Full Text: DOC PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.